Sutraveler Menikmati Birunya Mata Air Fotuno Sangia Pulau Muna Sulawesi Tenggara

 By Admin STV        12 August 2019 18:27     

Sutraveler Menikmati Birunya Mata Air Fotuno Sangia Pulau Muna Sulawesi Tenggara

Pulau Muna masih banyak menyimpan tempat-tempat yang menarik untuk dijelajahi. Salah satunya spot wisata  Fotuno Sangia yang berada di Desa Kabangka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Mata Air Fotuno Sangia merupakan sebuah destinasi wisata air tawar baru yang ada di daerah yang terkenal akan kayu jatinya itu.

Ada makna tersendiri dari penyebutan nama tempat ini, yakni Fotuno Sangia yang dalam bahasa warga lokal setempat berarti mata air keramat.

Fotunosangia memiliki mata air yang sangat jernih kebiru-biruan, yang mampu memanjakan mata para pengunjungnya.

Permandian ini berada di tengah hutan dalam kawasan hutan lindung Sangia seluas 10 hektar, yang masih dikelilingi pohon-pohon berukuran besar dan cukup tua. Walaupun berada di tengah hutan, Fotuno Sangia terbilang sangat Instagram-able.

Lantaran daya tarik keindahan yang begitu mempesona, permandian air tawar Fotuna Sangia ini pernah dijadikan sebagai lokasi pembuatan film nasional dengan judul Jembatan Pensil, yang dibintangi artis-artis ternama indonesia pada tahun 2017 lalu.

Untuk sekali masuk di permandian air tawar Fotuno Sangia ini cukup murah, pengunjung cukup merogoh kocek 5 ribu rupiah untuk kendaraan roda dua, dan 10 ribu rupiah untuk kendaraan roda empat.

Untuk akses menuju mata air Fotuno Sangia, anda bisa berangkat dari Kota Kendari menggunakan pesawat atau kapal laut.

Dengan Kapal Cepat, anda bisa menyebrang dari pelabuhan nusantara kendari menuju pelabuhan Raha dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dan biaya sewa sekitar 120 ribu rupiah per orang.

Selanjutnya,  dari Kota Raha, anda bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dengan menempuh jarak sekitar 60 km atau bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan.

Meski demikian,lelah akan terobati setelah melihat pemandangan air kebiruan yang berada di tengah hutan ini.

Dalam perjalanan kali ini, kami melewati hutan yang suasananya sangat hening. Hanya sekali-sekali ada kicauan burung begitu indah melengkapi perjalanan kami menuju mata air fotuno sangia.

Riuh kicauan burung bersahutan menyapa. Gemuruh angin sepoi berkelumit bersama hawa dingin, terasa menyengat ketika memasuki wisata permandian Fotuno Sangia ini.

Fotuno Sangia, keelokan dan keindahan alamnya terpatri tak terbantahkan. Salah satu obyek wisata yang berada di pulau Muna bagian barat ini menawarkan kesegaran air berwarna kebiruan, menyembur dari dalam tanah yang diklaim sedalam ribuan meter.

Lokasinya yang cukup jauh sekitar 60 kilometer dari pusat kota Raha, bahkan melewati kabupaten Muna Barat, membuat serpihan surga ini cukup menantang untuk dinikmati.

Meski baru beberapa tahun digaungkan dan tergolong pendatang baru, eksistensinya melampaui sederet wisata lainnya di bumi sowite.

Permandian Fotuno Sangia memiliki keunikan tersendiri. Sumber mata airnya berwarna biru terang, menjadi daya tarik bagi setiap pengunjung yang ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Mata airnya berukuran panjang sekitar 10 meter dan lebar 6 meter, sedangkan secara keseluruhan permandian ini memiliki panjang sekitar 80 meter membentuk lekukan anakan sungai, alirannya tenang naik kepermukaan mengalir menuju muara.

Kejernihannya membuat permandian ini tembus pandang ke dasar sehingga cukup aman untuk dinikmati.

Pengunjung lebih nyaman menikmati segarnya permandian, di sisi ujung dengan kedalaman hanya mencapai dua meter. Sedangkan pada bagian mata air, hanya digunakan sebagai tempat untuk swafoto ria.

Untuk menikmati segarnya air sungai bisa datang pada pagi hari, namun pada sore hari pengunjung lebih ramai berdatangan.

Awalnya permandian ini masih alami belum dipoles. Namun setelah adanya dana desa  dan kesepakatan masyarakat sekitar, Fotuno Sangia pun bersolek.

Dengan adanya bantuan APBN, maka mulai dibangun sejumlah fasilitas penunjang. Ada pengaspalan jalan sepanjang 850 meter dan trotoar, pembuatan drainase.

Pengerukan kedua sisi sungai untuk diperlebar dan pembuatan jalan setapak sepanjang aliran sungai serta pembuatan tanggul dan pot bunga untuk mempercantik kawasan sungai.

Meski habiskan anggaran miliaran rupiah, pembangunan fasilitas permandian tak menghilangkan kealamiannya.

Hutannya tidak pernah diganggu. Bahkan dahan dan pohon tumbang tak dirusaki warga. Dahan itu digunakan untuk media menikmati segarnya air sungai.

Bagian seberang sungai tetap dibiarkan alami dantidak ditanggul sehingga tetap menampilkan keeksotikan mata air fotuno sangia.

Untuk menemani liburan anda, menikmati segarnya mata air Fotuno Sangia bisa menjadi referensi baru bagi anda yang ingin liburan berkesan.

Keindahan Surga kecil di hutan belantara pulau Muna ini sudah menanti anda. Selamat Berlibur !