Berita Ekonomi & Bisnis
Berita Ekonomi & Bisnis – Menyajikan informasi terkini, peristiwa hingga hiburan dari Ekonomi dan Bisnis
KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat Internal (PKMI-UHO) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di sektor peternakan.
Kegiatan yang digelar di Kelurahan Watulondo, Kota Kendari ini mengangkat tema “Peningkatan Pendapatan Usaha Ternak Sapi Bali melalui Pemanfaatan Pakan Lokal dan Penguatan Kelembagaan Peternak.”
Kegiatan tersebut melibatkan tim dosen dan mahasiswa UHO, bekerja sama dengan penyuluh peternakan serta kelompok peternak sapi Bali setempat.
Tujuan utamanya adalah membantu peternak memahami pentingnya pemanfaatan bahan pakan lokal yang murah, mudah didapat, dan bernilai gizi tinggi, guna menekan biaya produksi serta meningkatkan produktivitas ternak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peternak untuk lebih mandiri dalam mengelola usaha ternaknya, terutama dengan memanfaatkan potensi bahan pakan lokal yang ada di sekitar,”
ujar Prof. Dr. Ir. H. La Ode Nafiu, M. Si, IPU., ASEAN. Eng

Selain sosialisasi tentang pakan lokal, tim PKMI-UHO juga memberikan materi penguatan kelembagaan peternak sapi Bali. Materi ini difokuskan untuk membangun kerja sama yang solid antaranggota kelompok, meningkatkan daya tawar, dan memperkuat sistem pemasaran hasil ternak.
Para peserta yang hadir terdiri dari peternak, penyuluh, serta perwakilan masyarakat setempat. Mereka tampak antusias mengikuti penyuluhan yang dibawakan oleh tim akademisi UHO dan tenaga ahli di bidang peternakan.
“Kami sangat senang UHO datang langsung memberikan pendampingan seperti ini. Banyak hal baru yang kami pelajari, terutama soal pakan alternatif dan manajemen kelompok,”
ungkap perwakilan peternak sekaligus Ketua Kelompok Ternak Sapi Bali Watulondo.
Melalui kegiatan PKMI ini, Universitas Halu Oleo berharap dapat terus menjadi mitra aktif masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya di bidang peternakan yang menjadi potensi unggulan daerah.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang teori, tapi juga bagaimana hasil riset kampus bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” paparnya.

Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, untuk mendorong peningkatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Tim pelaksana PKMI FPt UHO terdiri dari
1. Dr. Ir. Musram Abadi, S. Pt, M. Si, IPM.
2. Prof. Dr. Ir. H. La Ode Nafiu, M. Si, IPU., ASEAN. Eng
3. Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si
4. Firman Nasiu, S. Pt., M. Sc., Ph. D
5. Muh. Haidir Hakim, SP ., M.Si
6. Garhan, S.Pt, M. Si
7. Muh. Darmawansya, S.Pt
Tim Redaksi
Tantangan di Tengah Arus Globalisasi Agribisnis
Dalam dua dekade terakhir, sektor pertanian global mengalami transformasi besar akibat ekspansi perusahaan agribisnis multinasional. Dari benih, pupuk, hingga perdagangan hasil pertanian, sebagian besar rantai nilai global kini dikuasai oleh segelintir korporasi raksasa seperti Cargill, Monsanto (Bayer), Syngenta, Nestlé, dan Archer Daniels Midland (ADM). Mereka tidak hanya menguasai teknologi dan modal, tetapi juga menentukan standar harga, kualitas, dan arah pasar dunia.
Indonesia, sebagai negara agraris dengan sumber daya alam melimpah, tentu menjadi sasaran utama ekspansi tersebut. Menurut Data BPS (2024), Impor pupuk Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 7,52 juta ton, meningkat sekitar 40,21% dari tahun sebelumnya yang sebesar 5,36 juta ton. Berdasarkan data terbaru dari Statistik Ekonomi Pertanian Juni 2024, diperkirakan impor benih Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar 210.000 ton. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mengindikasikan kebutuhan impor benih tetap tinggi untuk mendukung produksi pertanian nasional, terutama tanaman pangan dan hortikultura.
Ironisnya, kekuatan besar yang seharusnya menjadi peluang justru sering kali berbalik menjadi ketergantungan. Petani lokal masih berada di posisi paling lemah dalam struktur pasar, sementara keuntungan besar tersedot ke pusat-pusat korporasi global.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: bagaimana strategi nasional yang efektif untuk menghadapi dominasi agribisnis multinasional tanpa menutup diri dari arus globalisasi ekonomi?
1. Menguatkan Agribisnis Nasional Berbasis Sumber Daya Lokal
Langkah pertama yang paling mendasar dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor agribisnis global adalah membangun fondasi agribisnis nasional yang berbasis pada potensi lokal. Indonesia memiliki kekayaan agroekosistem yang luar biasa, mulai dari lahan subur, iklim tropis yang mendukung, hingga keanekaragaman hayati yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun, potensi besar ini belum dioptimalkan secara maksimal karena berbagai kendala seperti rantai pasok yang lemah, keterbatasan sistem pembiayaan, serta ketergantungan pada input impor seperti benih, pupuk, dan pestisida. Oleh karena itu, penguatan agribisnis nasional harus dimulai dari pemberdayaan pelaku lokal dengan menitikberatkan pada tiga pilar utama yang saling mendukung.
Pertama, petani harus diposisikan sebagai pelaku utama yang tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga sebagai pelaku bisnis yang mampu mengelola, mengolah, dan memasarkan hasil pertaniannya sendiri. Penguatan kelembagaan petani melalui koperasi modern dan pengembangan agripreneurship menjadi langkah penting agar mereka memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai nilai agribisnis. Kedua, pemanfaatan sumber daya lokal perlu dioptimalkan dengan mengarahkan produksi pertanian berbasis bahan baku dan teknologi yang tersedia di dalam negeri. Penggunaan pupuk organik, benih unggul lokal, serta teknologi sederhana berbasis kearifan lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap input impor yang selama ini dikuasai korporasi asing. Ketiga, diversifikasi produk bernilai tambah harus menjadi prioritas agar agribisnis nasional tidak berhenti pada ekspor bahan mentah semata. Pembangunan industri pascapanen di daerah, terutama untuk komoditas unggulan seperti kopi, kakao, rempah, dan kelapa, dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing ekspor.
Dengan strategi yang berbasis pada kekuatan lokal ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak lagi menjadi sekadar pemasok bahan mentah bagi pasar global, melainkan menjadi pemain penting dalam rantai nilai agribisnis internasional yang berdaulat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
2. Membangun Sinergi Kebijakan Pertanian, Perdagangan, dan Investasi
Salah satu kelemahan utama dalam pengelolaan agribisnis nasional adalah masih terjadinya fragmentasi kebijakan. Sektor pertanian, perdagangan, dan investasi sering berjalan sendiri-sendiri dengan orientasi yang tidak selalu searah. Akibatnya, berbagai upaya penguatan agribisnis nasional kerap terhambat oleh tumpang tindih regulasi, ketidaksinkronan program, dan perbedaan kepentingan antarlembaga pemerintah. Kondisi ini menjadikan agribisnis nasional kurang efisien dan sulit beradaptasi terhadap dinamika pasar global yang semakin kompetitif.
Untuk menghadapi dominasi korporasi multinasional yang memiliki sumber daya besar dan jaringan luas, Indonesia membutuhkan sinergi kebijakan lintas sektor yang terarah dan berkelanjutan. Pertama, diperlukan integrasi antara kebijakan pertanian dan perdagangan, di mana kebijakan ekspor-impor harus disesuaikan dengan agenda penguatan produksi dalam negeri. Liberalisasi perdagangan pertanian tidak boleh dibiarkan melemahkan usaha kecil dan menengah di sektor pangan. Karena itu, kebijakan tarif, kuota, dan sertifikasi produk perlu dirancang agar berpihak pada pelaku agribisnis lokal. Kedua, reformasi kebijakan investasi pertanian perlu dilakukan dengan menekankan prinsip kemitraan dan keberlanjutan. Investasi asing memang penting, tetapi harus disertai mekanisme transfer teknologi dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. Pemerintah dapat mewajibkan setiap investor agribisnis asing untuk bermitra dengan koperasi, BUMDes, atau perusahaan daerah agar manfaat ekonomi tersebar lebih merata.
Selain itu, sinergi kelembagaan nasional juga menjadi kunci. Kementerian Pertanian, Perdagangan, dan Investasi perlu memiliki platform koordinasi terpadu untuk merancang strategi agribisnis nasional yang terintegrasi. Pendekatan One Data Agriculture dapat dijadikan dasar perencanaan agar setiap kebijakan berbasis data yang akurat dan saling terhubung. Dengan kebijakan yang harmonis dan berkesinambungan, Indonesia tidak hanya mampu menahan laju dominasi korporasi global, tetapi juga dapat memanfaatkan kehadiran mereka untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik serta memperkokoh kedaulatan pangan nasional.
3. Mengoptimalkan Peran BUMN dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Penggerak Agribisnis Nasional
Salah satu strategi paling efektif untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global adalah menghidupkan kembali peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan koperasi pertanian modern.
- BUMN sebagai lokomotif agribisnis strategis. BUMN seperti PTPN, Bulog, dan ID FOOD memiliki infrastruktur, sumber daya manusia, serta jaringan logistik yang luas. Namun, peran mereka perlu diperkuat agar tidak hanya berfungsi administratif, melainkan juga sebagai lead firm dalam rantai pasok nasional. BUMN bisa menjadi off-taker utama bagi produk petani lokal, menjamin harga, sekaligus membuka akses pasar ekspor dengan merek nasional.
- Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra strategis. Koperasi yang dikelola profesional dapat menjadi perantara antara petani di desa dan pasar global. Model koperasi baru berbasis digital (e-cooperative) mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keadilan distribusi keuntungan. Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo di Jember, Jawa Timur, adalah contoh koperasi desa yang sudah melakukan ekspor, yaitu mengekspor perdana produk kopi ke Brunei Darussalam, Hong Kong, dan Singapura. Pencapaian ini difasilitasi oleh Export Center Surabaya dan menjadi bukti potensi desa untuk menembus pasar global.
- Sinergi BUMN-koperasi-swasta nasional. Sinergi ini dapat diwujudkan melalui skema public-private partnership di bidang pengolahan hasil pertanian, logistik, dan ekspor. Dengan kerja sama ini, rantai nilai pertanian nasional menjadi lebih solid dan kompetitif di pasar global.
4. Kebijakan Menuju Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Pertanian
Agar strategi di atas berjalan efektif, diperlukan kerangka kebijakan nasional yang berorientasi pada kedaulatan pangan dan ekonomi rakyat. Beberapa rekomendasi penting antara lain: (1) Fokus pada produksi dalam negeri, pemanfaatan benih lokal, dan peningkatan kapasitas petani; (2) Menjamin petani kecil memiliki akses terhadap lahan produktif, pembiayaan murah, dan asuransi pertanian; (3) Memberikan kemudahan pajak dan infrastruktur bagi pelaku usaha yang mengembangkan industri pascapanen lokal; (4) Pemerintah perlu aktif dalam forum internasional (WTO, FAO, ASEAN) untuk memperjuangkan kepentingan petani dan produk nasional; (5) Universitas dan lembaga penelitian perlu didorong untuk menghasilkan teknologi tepat guna yang sesuai karakteristik lokal, bukan sekadar meniru model asing.
Dengan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan berbasis pengetahuan, Indonesia dapat bertransformasi dari market follower menjadi market leader dalam agribisnis global.
Dari Impor Menuju Ekspor
Indonesia sebagai negara agraris masih menghadapi paradoks: potensi sumber daya alam yang besar belum mampu menekan ketergantungan terhadap impor pangan. Kedelai, gula, hingga daging sapi masih didatangkan dari luar negeri karena produktivitas pertanian dalam negeri rendah dan rantai pasok belum efisien. Untuk mengubah arah dari impor menuju ekspor, Indonesia perlu memperkuat produksi berbasis sumber daya lokal melalui inovasi teknologi, penguatan koperasi, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian di daerah sentra produksi. Selain itu, sinergi antara kebijakan pertanian, perdagangan, dan investasi menjadi kunci. Pemerintah harus mendorong substitusi impor pada komoditas strategis, memperbaiki infrastruktur logistik, dan menciptakan iklim investasi yang berpihak pada pelaku usaha nasional. Dalam jangka panjang, penguatan BUMN dan koperasi modern dapat menjadi motor penggerak ekspor produk pertanian bernilai tambah tinggi.
Transformasi ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga langkah menuju kedaulatan pangan dan kemandirian bangsa. Ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menembus pasar global dengan produk unggulan lokal, maka posisi Indonesia akan semakin kuat sebagai kekuatan agribisnis dunia yang mandiri dan berdaya saing.
Penulis: La Ode Muhsafaat (G3IP25010), Mahasiswa S3 Prodi Ilmu Pertanian Universitas Halu Oleo
TANGERANG – PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan PT Astra International Tbk sekaligus bagian dari Astra Financial, kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan inovasi dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia. Salah satu wujudnya adalah melalui kolaborasi dengan konten kreator internasional Kristian Hansen. Dalam kolaborasi ini,
FIFGROUP mendukung perjalanan Kristian menjelajahi Nusantara dengan memberikan Honda CRF1100L Africa Twin DCT 2024 yang telah dimodifikasi sebagai “Teman Traveling” melalui kampanye #FIFGROUP1PenuhMakna.
Kristian Hansen, content creator dan travel influencer internasional, dikenal luas atas perjalanannya menjelajahi Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Ia telah mengunjungi beragam destinasi, mulai dari jembatan-jembatan desa di Wakatobi, pesisir Sulawesi, hingga kota-kota kecil di Maluku. Melalui lensa kameranya, Kristian memotret keindahan alam, keragaman budaya, dan kisah masyarakat setempat yang ia temui di sepanjang perjalanan.
Melalui kolaborasi ini, motor Honda yang diberikan FIFGROUP sebagai “Teman Traveling Kristian” mendampingi Kristian menjelajahi berbagai daerah. Seluruh perjalanan ini didokumentasikan secara inspiratif melalui konten digital di kanal yang Kristian kelola, dengan menyisipkan pesan positif termasuk edukasi keselamatan berkendara (safety riding) yang sejalan dengan komitmen FIFGROUP.

Sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi ini, FIFGROUP menghadirkan sesi talkshow “Kumpul Warga Bareng Kristian Hansen – Jelajah Sabang sampai Merauke” pada Sabtu, 27 September 2025 di Booth FIFGROUP Hall 10, ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, dalam ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Melalui talkshow ini, pengunjung IMOS mendengar langsung cerita Kristian tentang perjalanan lintas Nusantara, pengalaman unik, hingga pesan untuk
generasi muda agar lebih mencintai Indonesia.
Yang paling berharga bagi saya bukan hanya pemandangan, tetapi pengalaman bertemu masyarakat lokal dan belajar budaya mereka. Perjalanan ini semakin lengkap karena saya bisa menjelajahinya dengan Honda CRF1100L Africa Twin DCT 2024 sebagai ‘Teman Traveling’ saya. Awalnya saya sempat mengira motor ini akan terasa berat, tetapi ternyata sangat nyaman dan responsif untuk dikendarai. Rasanya benar-benar seperti ‘Love at First Ride’, ungkap Kristian.
Direktur FIFGROUP, Daniel Hartono mengungkapkan,
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen FIFGROUP untuk mendukung lahirnya berbagai kisah inspiratif yang menampilkan kekayaan budaya, alam, dan potensi daerah di Indonesia sekaligus memberi inspirasi luas kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, FIFGROUP berharap perjalanan Kristian Hansen menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya, alam, dan potensi daerah Indonesia secara lebih luas, sejalan dengan semangat FIFGROUP sebagai Satu Solusi Kebutuhan Pembiayaan yang juga memberi dampak positif bagi masyarakat di setiap daerah yang dijelajahi. (adv)
—
# FIFGROUP Hadir di IMOS 2025
# FIFGROUP Dukung Kristian Hansen
# Kristian Hansen Jelajahi Nusantara
# Kristian Hansen content creator
# Kristian Hansen travel influencer
# Honda CRF1100L Africa Twin
GARUT (19/9) – FIFGROUP menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dalam upaya mendukung pengurangan emisi karbon dan medorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan Hutan FIFGROUP serta peresmian Desa Sejahtera Astra binaan FIFGROUP pertama yang berlokasi di Garut. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari dukungan FIFGROUP terhadap Astra 2030 Sustainability Aspirations yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Acara peresmian ini ditandai dengan penyerahan bibit pohon, boneka kukang dan penandatanganan prasasti sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Turut hadir Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati, Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim Institut Pertanian Bogor (IPB), Handian Purwawangsa, serta Kepala SMKN 04 Garut, Pudji Santoso.

Luthfianisa memberikan apresiasi atas inisiatif FIFGROUP.
Hutan FIFGROUP, Biodiversity serta Desa Sejahtera Astra binaan FIFGROUP secara nyata memberikan manfaat bagi masyarakat Garut. Program ini bukan hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Pemerintah Kabupaten Garut mendukung penuh agar program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.” ujarnya.
Hutan FIFGROUP dan Biodiversity: Penanaman Pohon & Konservasi Kukang Jawa
Sejak 2022 hingga 2024, FIFGROUP telah menanam 106.997 pohon di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2024, FIFGROUP memusatkan kegiatan penanaman di Perhutanan Sosial Kabupaten Garut dengan total 25.000 bibit pohon di area seluas 20 hektar. Pada 2025, perusahaan kembali memperluas Hutan FIFGROUP dengan target penanaman 30.000 pohon yang tersebar di area Jayamekar (26 hektar) dan Karacak (100 hektar).

Program ini dijalankan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menerapkan teknik agroforestri yang memadukan tanaman kehutanan, tanaman endemik, serta tanaman produktif seperti alpukat, kopi, dan durian. Pendekatan ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem, mengurangi risiko erosi dan banjir, sekaligus menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar.
Tidak hanya fokus pada konservasi, FIFGROUP juga berkolaborasi dengan SMKN 04 Garut dalam mendukung keanekaragaman hayati dengan menjalankan program biodiversity untuk pelestarian Kukang Jawa – satwa endemik yang berhabitat asli di area hutan Garut, satwa ini berstatus terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Desa Sejahtera Astra Binaan FIFGROUP
Selain itu, FIFGROUP meresmikan Desa Sejahtera Astra binaan pertamanya di kawasan Karacak Valley. Program ini mendampingi masyarakat untuk bertumbuh bersama melalui pelatihan kompetensi, penguatan kelembagaan, bantuan prasarana, serta dukungan modal dan pemasaran. Peresmian Desa Sejahtera Astra (DSA) binaan FIFGROUP menjadi tonggak penting dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Saat ini terdapat lima UMKM binaan yang bergerak di bidang kopi, angklung, anyaman, gula aren, dan makanan ringan. Seluruh UMKM telah memiliki pasar di kalangan wisatawan yang datang ke kawasan hutan Karacak.

Esther Sri Harjati menyampaikan,
Hutan FIFGROUP dan Biodiversity serta Desa Sejahtera Astra Binaan FIFGROUP merupakan bukti komitmen kami untuk menghadirkan dampak yang positif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami yakin program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui inisiatif ini, FIFGROUP terus memperkuat kontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan SDGs ke-15 tentang Keberlanjutan Ekosistem Daratan. (adv)
***
# Pengelolaan Hutan
# Pengurangan Emisi Karbon
# Hutan FIFGROUP
# Penanaman Pohon
# Konservasi Kukang Jawa
# Desa Sejahtera Astra
JAKARTA (24/9) – Aice kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu merek es krim paling dipercaya di Indonesia dengan meraih penghargaan ganda, yakni Top Brand Award 2025 dan Top Brand for Kids 2025. Prestasi ini menandai konsistensi Aice yang telah memenangkan gelar bergengsi ini selama tujuh tahun berturut-turut, sebuah capaian rekor di industri makanan dan minuman (FMCG) nasional.
Pencapaian tersebut menegaskan dominasi brand yang secara aktif mendengarkan dan merespons kebutuhan konsumen, baik dari kalangan anak-anak maupun masyarakat luas. Berada di industri yang sangat dinamis dan kompetitif, Aice berusaha mengubah es krim dari sekadar makanan penutup menjadi camilan yang dinikmati dalam berbagai situasi. Dalam pasar yang ketat ini, konsumen diuntungkan dengan hadirnya banyak produk yang memberikan pengalaman, inovasi, dan nilai gizi terbaik.
Penghargaan Top Brand dan Top Brand for Kids yang diberikan oleh Frontier Group ini sendiri dihasilkan dari penelitian independen yang melibatkan lebih dari 15.000 responden di 15 kota besar di Indonesia. Metodologi pengukurannya menggunakan tiga indikator utama, Mind Share, Market Share, dan Commitment Share, yang secara kolektif membentuk Top Brand Index (TBI).
Dalam Top Brand Award Index yang berlaku untuk seluruh kelompok brand, Aice berhasil menunjukkan stabilitas kinerja dengan meraih penghargaan ini secara berturut-turut 7 tahun sejak 2019 hingga 2025, Prestasi ini membuktikan bahwa Aice tidak hanya menjadi pilihan anak-anak, tetapi juga dipercaya secara luas oleh berbagai kalangan masyarakat.
Pada kategori khusus Top Brand for Kids, Aice konsisten meraih penghargaan setiap tahun sejak 2019 hingga kini. Pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan Aice dalam mempertahankan dominasinya di segmen anak-anak, sekaligus tumbuh positif di pasar es krim nasional.
Hal ini tidak terlepas dari strategi Aice yang selalu menghadirkan produk inovatif, mulai dari varian klasik yang digemari keluarga hingga peluncuran produk baru seperti Crispy Balls Cookies n’ Cream, yang menghadirkan kombinasi rasa cookies & cream dengan sensasi bola-bola krispi dan lapisan saus cokelat di dalamnya. Dengan inovasi produk yang relevan dan terjangkau, Aice mampu memperkuat posisinya sebagai merek es krim yang dekat dengan konsumen di berbagai lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, Aice juga berhasil menyabet dua penghargaan prestisius lainnya di tahun ini, yakni Brand Choice Award 2025 dan Kantar Brand Footprint Indonesia 2025, yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu merek es krim terdepan di Indonesia.
Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, menyatakan bahwa penghargaan ini adalah cerminan dari dedikasi Aice untuk selalu menyediakan produk berkualitas yang dapat dinikmati dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kami melihat penghargaan ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata dari kepercayaan yang diberikan oleh jutaan keluarga di Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi yang dinamis, kami terus berkomitmen untuk menyediakan es krim berkualitas yang terjangkau, aman, dan inovatif bagi setiap keluarga Indonesia,ujar Sylvana.
Lebih dari sekadar produk, Aice berupaya membangun hubungan emosional dengan konsumennya. Filosofi “membagikan kebahagiaan melalui es krim kepada semua orang” bukan sekadar slogan, melainkan panduan operasional yang diterapkan dalam setiap aspek bisnis. Prinsip ini tercermin mulai dari harga yang terjangkau, ketersediaan produk hingga ke pelosok negeri, hingga inovasi berkelanjutan yang senantiasa disesuaikan dengan selera lokal.
Visi Jangka Panjang di Tengah Persaingan Industri
Industri es krim di Indonesia adalah salah satu sektor FMCG yang paling dinamis dan kompetitif. Permintaan konsumen terus berkembang, dari sekadar dessert manis menjadi produk yang selalu dicari dalam berbagai situasi, baik untuk menemani momen santai, merayakan kebersamaan, maupun sebagai pelengkap gaya hidup modern. Kini, es krim tidak hanya dinilai dari kelezatan rasanya, tetapi juga dari pengalaman yang ditawarkan, inovasi varian, hingga nilai gizi yang semakin diperhatikan, termasuk kelezatan rasanya.
Pertumbuhan jumlah merek es krim yang pesat di Indonesia menunjukkan bahwa budaya konsumsi es krim telah berkembang dari sekadar makanan penutup menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sejak awal kehadirannya, Aice telah memiliki keyakinan kuat bahwa kebahagiaan harus dapat diakses oleh semua orang.
Setelah hampir 10 tahun ini konsisten menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warung kecil di desa hingga supermarket di perkotaan, Aice menilai budaya makan es krim di Indonesia kini sudah semakin terbentuk.
Penghargaan yang kami terima ini tidak hanya menjadi pengakuan, melainkan juga sebuah validasi bahwa visi kami untuk membahagiakan seluruh masyarakat telah berhasil. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Aice berkomitmen untuk terus mempertahankan kualitas produk, memperluas jangkauan, dan menghadirkan inovasi yang lebih baik lagi di masa depan, jelas Sylvana.
Aice senantiasa mengikuti perkembangan tren dan meresponsnya dengan menghadirkan produk-produk yang tidak hanya lezat, tetapi juga relevan dengan gaya hidup modern. Salah satu inovasi terbarunya adalah Crispy Balls Cookies n’ Cream, es krim dengan perpaduan lembutnya rasa cookies & cream, sensasi bola-bola cokelat krispi di dalamnya.
Kombinasi unik ini menghadirkan pengalaman berbeda di setiap gigitan, menjadikannya pilihan tepat bagi konsumen yang menginginkan camilan menyenangkan sekaligus inovatif.
Kemenangan tujuh kali berturut-turut di Top Brand Award adalah bukti bahwa Aice telah berhasil mengukir identitas yang kuat di benak konsumen. Penghargaan ini diakui Sylvana, memotivasi Aice untuk terus berinovasi dan memperkuat komitmen dalam menyajikan produk es krim berkualitas terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komitmen pada Inovasi dan Kualitas
Kemenangan ganda Aice di kategori es krim umum dan es krim anak tidaklah lepas dari keberhasilan strategi inovasi produk yang relevan dengan keinginan pasar yang dinamis. Contohnya es krim Aice Crispy Ball Cookies n’ Cream yang dikenal dengan tekstur renyah dari bola-bola cokelat, dan es krim cookies & cream yang lembut.
Kombinasi unik ini telah menjadikannya salah satu produk terlaris yang memberikan pengalaman kelezatan es krim. Menurut Sylvana, keberhasilan berbagai produknya sangat didukung oleh dukungan riset produk dan penetrasi pasar yang luas yang dimilikinya.
Aice sendiri saat ini tengah memberikan kejutan bagi konsumen. Lewat “Stick Crispy Balls Berhadiah Mobil”, Aice mengapresiasi konsumen setia Aice yang telah menjadikan Aice sebagai merek es krim terpercaya di Indonesia. Promo ini memungkinkan konsumen untuk membawa pulang berbagai hadiah menarik, hanya dengan menikmati salah satu produk favorit Aice.
Mekanisme partisipasi dalam promo ini sangat mudah. Konsumen cukup membeli dan menikmati es krim Aice Crispy Ball Cookies n’ Cream di warung atau toko terdekat. Setelah es krim habis, konsumen dapat memeriksa bagian stik di mana terdapat informasi hadiah. Program ini menjadi salah satu cara kreatif menghadirkan es krim berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, sekaligus kebahagiaan dan kejutan positif kepada seluruh masyarakat.
Di balik kesuksesan pemasaran yang dicapainya, terdapat komitmen besar Aice atas kualitas dan keamanan produk di level tertinggi. Seluruh proses produksi dengan standar terbaik dan telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional, termasuk ISO 9001 untuk Manajemen Kualitas, ISO 22000 untuk Keamanan Pangan, sertifikasi Halal dari MUI, hingga sistem keamanan pangan yang diakui dunia (HACCP).
Semua acuan compliance level produksi tersebut mampu menjamin keamanan produk dari hulu ke hilir. Jaringan rantai dingin (cold chain) Aice yang canggih memastikan produk tetap segar dan higienis hingga sampai di tangan konsumen.
Aice akan mempertahankan komitmennya memperluas upaya inovasi produknya dan terus mendukung gaya hidup sehat masyarakat. Penghargaan yang diraih ini, memotivasi Aice untuk terus menghadirkan momen penuh keceriaan bagi anak-anak dan keluarga Indonesia.
Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia yang terus memilih Aice sebagai bagian dari momen kebahagiaan keluarga. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, menghadirkan produk berkualitas tinggi, sehat, dan terjangkau, sesuai dengan kebutuhan konsumen dari berbagai kalangan, pungkas Sylvana.
(adv)
***********
# Aice Indonesia
# Es Krim Aice
# Top Brand Award 2025
# Top Brand for Kids
# Top Brand Index









