Berita Konawe Selatan – Menyajikan informasi terkini, peristiwa hingga hiburan dari Sultra, Kendari, Konawe, Kolaka, Buton, Baubau, Bombana hingga Muna
Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat merupakan salah satu wilayah binaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Lihat selengkapnya
KONAWE SEELATAN – Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat merupakan salah satu wilayah binaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo.
Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang besar, namun saat ini tingkat produktifitasnya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan cara pengelolaan pertanian yang diterapkan oleh masyarakat membuat kesuburan tanah terus menurun.
Di sisi lain, di desa ini terdapat berbagai jenis bahan organik lokal yang melimpah yang berpotensi diolah menjadi bahan pembenah tanah. Pembenah tanah yang akan dihasilkan berupa bahan alami, organik berbentuk padat atau cair yang mampu memperbaiki kembali kesuburan tanah.
Ketua Tim Pengabdian pada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Sindangkasih, Dr. Syamsu Alam, mengungkapkan dipilihnya Sindangkasih sebagai sasaran pengabdian kali ini, karena desa ini termasuk salah satu Mitra Fakultas Pertanian UHO.
” Sebagai Desa Binaan, kami sangat berharap masyarakat Sindangkasih mampu memproduksi bahan pembenah tanah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang melimpah seperti pupuk kandang ayam atau sapi “, ungkapnya.
Selaras dengan itu, Kepala Desa Sindangkasih, Ahmad Supena, S.IP mengaku terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN di desanya.
” Kami sangat terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN-Tematik disini, terutama dengan adanya program-program yang bersentuhan langsung dengan permasalahan warga kami. Tentunya atas dukungan Dosen Pembimbing Lapangan mereka, termasuk pada program pembuatan pupuk organik hari ini “, ujarnya.
Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan, Prof Dr. Halim mengungkapkan produksi bahan pembenah tanah berbasis sumberdaya lokal di Desa Sindangkasih ini sangat potensial untuk terus dikembangkan terlebih jika diperkaya dengan pupuk hayati seperti mikoriza.
Press Release : Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata – Tematik Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe Selatan menggelar pelatihan pengelolaan keuangan Koperasi Simpan Pinjam dan Usaha Simpan Pinjam Lihat selengkapnya
SULTRATV – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe Selatan menggelar pelatihan pengelolaan keuangan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Usaha Simpan Pinjam (USP) di salah satu hotel di Kota Kendari pada Jumat (17/2/23).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Siti Khadijah dan Kepala Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Konawe Selatan. Pelatihan pengelolaan keuangan Koperasi ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan SDM para anggota koperasi dalam hal pengelolaan keuangan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Konawe Selatan, Agustina Melamba menyatakan peningkatan kualitas SDM dalam pengelolaan keuangan di orientasikan bisa mengembangkan pengelolaan koperasi simpan pinjam yang lebih baik.
Pelatihan juga diberikan agar lebih menguatkan tatanan pengelolaan koperasi pasca sempat terpuruk akibat pandemi covid 19. Ke depan, Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Konawe Selatan lebih meningkatkan pembinaan dan pengawasan agar pengelola koperasi bisa lebih sehat dan memiliki prospek yang menguntungkan semua pihak.
“ Dengan diadakannya pelatihan pengelolaan keuangan KSP-USP Semoga dapat bermanfaat dan meningkatkan sumber daya manusia para pengelola koperasi sehingga koperasi yang ada di Kabupaten Konawe Selatan bisa lebih berkembang dan operasinya sehat, “ ujarmya
Sekretaris Daerah Konawe Selatan, Siti Khadijah menilai positif pelaksanaan pelatihan pengelolaan keuangan Koperasi ini. Menurutnya perlu dibangun program pengembangan koperasi agar lebih maju.
Selain itu diperlukan intervensi pemerintah untuk membantu pengembangan program koperasi mulai dari modal usaha hingga pengembangan bisnis yang berbasis IT.
“ Intervensinya dari pemerintah dengan tidak henti-hentinya menata koperasi-koperasi yang perlu sentuhan. Apakah itu bantuan permodalan seperti bantuan permodalan melalui perbankan, “ ungkapnya
Program pengembangan koperasi yang disampaikan Sekda lebih pada peningkatan investasi dan pengembangan bisnis pasar agar koperasi-koperasi yang terbentuk lebih makmur.