# Editor Picks
KENDARI — Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan melibatkan para peternak dan penyuluh di wilayah Longida, Watulondo, Kendari, Selasa (22/10/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis teknologi tepat guna. Melalui program tersebut, para peternak mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung terkait pengelolaan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain itu, tim pelaksana juga memperkenalkan inovasi pengolahan limbah hasil peternakan menjadi pakan alternatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam kesempatan itu, tim Fakultas Peternakan UHO dan STIPER turut menyerahkan satu unit mesin produksi yang akan digunakan secara bersama oleh kelompok peternak Longida Bersatu (Longbes).
“Bantuan mesin ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil peternakan, serta mendorong kemandirian kelompok peternak,” ujar salah satu anggota tim PKM saat ditemui di lokasi kegiatan.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan sesi penyuluhan mengenai manajemen pakan, kesehatan hewan, serta strategi pemasaran hasil ternak. Para peternak dan penyuluh menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sangat membantu dalam peningkatan produktivitas serta pengetahuan di bidang peternakan modern.
Melalui sinergi antara Fakultas Peternakan UHO dan STIPER, diharapkan para peternak di wilayah Longida dapat terus berinovasi dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan sektor peternakan ke depan.
Tim Redaksi
Kendari, Kegiatan yang digelar di Kota Kendari ini diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani Mekar, mahasiswa dan dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo dan Universitas Sembilan Belas November Kolaka.
Melalui kegiatan bertajuk “penguatan peran kelompok wanita tani mekar sebagai upaya peningkatan produktivitas ternak dan pendapatan keluarga,” peserta mendapatkan berbagai pelatihan langsung yang aplikatif dan bermanfaat bagi usaha tani dan peternakan keluarga.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan tata cara mengungkep ayam dengan benar sebagai bagian dari edukasi pengolahan pangan rumah tangga yang higienis dan bernilai jual tinggi.
Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan pakan ternak berbasis limbah sagu yang merupakan inovasi ramah lingkungan untuk mengurangi biaya pakan sekaligus memanfaatkan limbah lokal secara produktif.
Firman Nasiu, S Pt, MSc PhD sebagai Ketua Tim Pengabdian menjelaskan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar berperan penting dalam meningkatkan produktivitas ternak dan pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan yang mendukung ketahanan pangan.
“KWT Mekar telah berhasil meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan kerjasama dalam kelompok. Namun, kelompok ini juga menghadapi kendala seperti keterbatasan akses terhadap modal, pengetahuan, dan teknologi, serta dukungan kelembagaan yang belum optimal,” paparnya.

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Kendari, Santi wanti S.Pt., Msi, mengatakan kegiatan pemanfaatan pekarangan dan budidaya tanaman. KWT Mekar menerapkan unsur modal sosial dengan baik, termasuk kepercayaan, norma, jaringan sosial, dan hubungan timbal balik dalam melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan.
“Strategi penguatan modal sosial yang dapat dilakukan meliputi pengaturan dan peningkatan dukungan pihak eksternal, optimalisasi keahlian anggota, pelatihan atau edukasi studi banding manajerial kelompok, regenerasi pemuda, temu usaha, rotasi kerja, peningkatan kapasitas PPL, pengadaan lomba, serta penguatan relasi sosial,” tukasnya .

Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan dan edukasi tentang kesehatan hewan serta praktik penyuntikan vitamin pada kambing yang dipandu langsung oleh tim teknis dari Dinas Pertanian Kota Kendari.
Dosen USN Kolaka, Wa Laili SPt, Msi menjelaskan melalui kegiatan ini Kelompok Wanita Tani Mekar diharapkan mampu menjadi contoh dalam mengembangkan usaha peternakan keluarga yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak kelompok tani yang memperoleh manfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor peternakan,” jelasnya.
Tim Redaksi
GARUT (19/9) – FIFGROUP menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dalam upaya mendukung pengurangan emisi karbon dan medorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan Hutan FIFGROUP serta peresmian Desa Sejahtera Astra binaan FIFGROUP pertama yang berlokasi di Garut. Inisiatif ini menjadi bagian penting dari dukungan FIFGROUP terhadap Astra 2030 Sustainability Aspirations yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Acara peresmian ini ditandai dengan penyerahan bibit pohon, boneka kukang dan penandatanganan prasasti sebagai simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Turut hadir Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati, Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim Institut Pertanian Bogor (IPB), Handian Purwawangsa, serta Kepala SMKN 04 Garut, Pudji Santoso.

Luthfianisa memberikan apresiasi atas inisiatif FIFGROUP.
Hutan FIFGROUP, Biodiversity serta Desa Sejahtera Astra binaan FIFGROUP secara nyata memberikan manfaat bagi masyarakat Garut. Program ini bukan hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Pemerintah Kabupaten Garut mendukung penuh agar program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain.” ujarnya.
Hutan FIFGROUP dan Biodiversity: Penanaman Pohon & Konservasi Kukang Jawa
Sejak 2022 hingga 2024, FIFGROUP telah menanam 106.997 pohon di berbagai wilayah Indonesia. Pada 2024, FIFGROUP memusatkan kegiatan penanaman di Perhutanan Sosial Kabupaten Garut dengan total 25.000 bibit pohon di area seluas 20 hektar. Pada 2025, perusahaan kembali memperluas Hutan FIFGROUP dengan target penanaman 30.000 pohon yang tersebar di area Jayamekar (26 hektar) dan Karacak (100 hektar).

Program ini dijalankan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan menerapkan teknik agroforestri yang memadukan tanaman kehutanan, tanaman endemik, serta tanaman produktif seperti alpukat, kopi, dan durian. Pendekatan ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem, mengurangi risiko erosi dan banjir, sekaligus menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar.
Tidak hanya fokus pada konservasi, FIFGROUP juga berkolaborasi dengan SMKN 04 Garut dalam mendukung keanekaragaman hayati dengan menjalankan program biodiversity untuk pelestarian Kukang Jawa – satwa endemik yang berhabitat asli di area hutan Garut, satwa ini berstatus terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Desa Sejahtera Astra Binaan FIFGROUP
Selain itu, FIFGROUP meresmikan Desa Sejahtera Astra binaan pertamanya di kawasan Karacak Valley. Program ini mendampingi masyarakat untuk bertumbuh bersama melalui pelatihan kompetensi, penguatan kelembagaan, bantuan prasarana, serta dukungan modal dan pemasaran. Peresmian Desa Sejahtera Astra (DSA) binaan FIFGROUP menjadi tonggak penting dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Saat ini terdapat lima UMKM binaan yang bergerak di bidang kopi, angklung, anyaman, gula aren, dan makanan ringan. Seluruh UMKM telah memiliki pasar di kalangan wisatawan yang datang ke kawasan hutan Karacak.

Esther Sri Harjati menyampaikan,
Hutan FIFGROUP dan Biodiversity serta Desa Sejahtera Astra Binaan FIFGROUP merupakan bukti komitmen kami untuk menghadirkan dampak yang positif dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami yakin program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui inisiatif ini, FIFGROUP terus memperkuat kontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan SDGs ke-15 tentang Keberlanjutan Ekosistem Daratan. (adv)
***
# Pengelolaan Hutan
# Pengurangan Emisi Karbon
# Hutan FIFGROUP
# Penanaman Pohon
# Konservasi Kukang Jawa
# Desa Sejahtera Astra
MUNA BARAT – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, di dampingi Ketua Ibu TP- PKK, Rikha Purwa Ningsih Darwin, berkunjung di Wilayah kekuasaannya, dalam rangka meresmikan gedung Serba guna, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat. Jumat 5 September 2025.
Dalam kunjungannya itu, La Ode Darwin dan Istri tercintanya, Rikha Purwa Ningsih, disambut dengan silat tradisi daerah, dilanjutkan dengan sholawat yang dilantunkan dari anak-anak santri.
Peresmian itu dihadiri, Ketua TP-PKK Muna Barat, Rikha Purwa Ningsih Darwin, anggota DPRD dapil 1, La Ode Sariba dan Rahman juga sebagai Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muna Barat, Kepala dinas, DPMD, Dispora dan Perumahan, serta Camat dan Kepala desa se Kecamatan Napano Kusambi, tentunya juga dimeriahkan dengan masyarakat setempat.

Gedung Soliwunto, seluas 11 kali 21 meter, menggunakan Dana Desa (DD) sebesar 503. 197.000 Rupiah.
Bupati La Ode Darwin merasa bangga kepada Kepala Desa Tangkumaho, yang terus berupaya membangun wilayahnya untuk wujudkan Muna Barat menuju LIWU MOKESA.
Orang nomor satu di Muna Barat itu juga, menargetkan selama 5 tahun memimpin daerah nya pembangunan dan fasilitas kantor desa juga kelurahan harus bisa diselesaikan. dengan harapan dalam satu periodenya Muna Barat mampu menjadi LIWU MOKESA, Tumbuh, Sehat, Keren.
Dalam kesempatan itu pula Ketua TP-PKK, Rikha Purwa Ningsih Darwin, membagikan beras gratis kepada masyarakat yang hadir tanpa memandang status.

Rikha Purwa Ningsih menyatakan bahwa beras gratis yang diberikan itu bukan bersumber dari anggaran APBD, tetapi murni sumbangan dari shabat Bupati dan Ibu yang tidak ingin disebutkan namanya.
Selain itu, Kepala Desa Tangkumaho, La Ode Halio mengucapkan rasa hormat dan bangga atas kunjungan Bupati dan Ibu TP-PKK Muna Barat, sekaligus meresmikan Gedung Serbaguna SOLIWUNTO Desa Tangkumaho.
Dipenghujung kegiatan La Ode Darwin bersama istri tercintanya serta hadirin dihibur dengan musik tradisional gambus.
Reporter : Laode Abubakar
Muna Barat – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sawerigadi, berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kegiatan pasar murah di wilayah tugas.
Kapolsek Sawerigadi IPDA SUDARMINTO. SH melalui, Bripka Andrias, Kanit Binmas Polsek Sawerigadi Polres Muna, Kabupaten Muna Barat, menyatakan kegiatan itu bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, dengan harga terjangkau.

Pasar murah itu mulai digelar sejak hari Kamis, Tanggal 4 September 2025.
“Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah.” Jelas Andrias.
Bripka Andrias juga katakan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Polsek Sawerigadi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendekatkan diri dengan warga.
“Kami berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Sementara salah seorang masyarakat desa Marobea Wa Uli, mengatakan bahwa apa yg di lakukan oleh Kapolsek dan Kanit Binmas Polsek Sawerigadi Bripka ANDRIAS dengan mengadakan pasar beras murah sangat positif dan sangat membantu bagi masyarakat kelas bawa.
“Dengan adanya pasar murah ini, sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari.Yang mana harga beras di pasar sangat tinggi sehingga kami masyarakat merasa berat untuk membeli beras yang di jual di pasar pasar. Semoga kegiatan ini bisa berjalan terus,” Ungkap WA Uli.
Ia juga berterima kasih kepada Andrias selaku Kanit Binmas Polsek Sawerigadi yang selalu hadir untuk masyarakat.
Reporter: Laode Abubakar









