Berita Ekonomi & Bisnis Page 2
Berita Ekonomi & Bisnis – Menyajikan informasi terkini, peristiwa hingga hiburan dari Ekonomi dan Bisnis
Muna Barat – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sawerigadi, berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kegiatan pasar murah di wilayah tugas.
Kapolsek Sawerigadi IPDA SUDARMINTO. SH melalui, Bripka Andrias, Kanit Binmas Polsek Sawerigadi Polres Muna, Kabupaten Muna Barat, menyatakan kegiatan itu bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, dengan harga terjangkau.

Pasar murah itu mulai digelar sejak hari Kamis, Tanggal 4 September 2025.
“Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah.” Jelas Andrias.
Bripka Andrias juga katakan, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Polsek Sawerigadi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendekatkan diri dengan warga.
“Kami berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Sementara salah seorang masyarakat desa Marobea Wa Uli, mengatakan bahwa apa yg di lakukan oleh Kapolsek dan Kanit Binmas Polsek Sawerigadi Bripka ANDRIAS dengan mengadakan pasar beras murah sangat positif dan sangat membantu bagi masyarakat kelas bawa.
“Dengan adanya pasar murah ini, sangat membantu kebutuhan kami sehari-hari.Yang mana harga beras di pasar sangat tinggi sehingga kami masyarakat merasa berat untuk membeli beras yang di jual di pasar pasar. Semoga kegiatan ini bisa berjalan terus,” Ungkap WA Uli.
Ia juga berterima kasih kepada Andrias selaku Kanit Binmas Polsek Sawerigadi yang selalu hadir untuk masyarakat.
Reporter: Laode Abubakar
KENDARI – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80 tahun, PT Anindya Wiraputra Konsult Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengadakan serangkaian lomba yang melibatkan masyarakat Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Agenda kegiatan lomba HUT RI ke-80 tahun yang mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini akan digelar pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Adapun lomba yang akan diperlombakan yakni, lomba perorangan meliputi lomba cerdas cermat, lomba pindahkan air menggunakan sendok, lomba menurunkan karet di hidung.
Kemudian lomba kelompok berupa lomba pesan berantai, lomba lima R (5R), dan lomba estafet sarung.
Kepala PT Anindya Wiraputra Konsult Cabang Kendari, Soesanto Eko Wardojo mengatakan gelaran lomba menyambut hari penting negara ini, bukan hanya sekedar agenda seremonial, tetapi juga untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
“Kami ingin lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan sekaligus mengedukasi generasi muda tentang arti penting kemerdekaan. Melalui lomba-lomba ini, kami harap masyarakat bisa merasakan kegembiraan dan kebanggaan dalam memperingati HUT RI ke-80 tahun,” kata dia, Rabu (6/8/2025).
Lebih lanjut, Soesanto menyebut, sebagai bentuk apresiasi kepada peserta lomba individu maupun kelompok, PT Anindya Wiraputra Konsult Cabang Kendari akan menyiapkan beragam hadiah.
“Hadihanya dalam bentuk tunai, mulai dari Rp1,5 juta sampai dengan hadiah paling rendah Rp150 ribu,” tuturnya.
Dengan adanya lomba ini, PT Anindya Wiraputra Konsult berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Onewila serta memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka merayakan kemerdekaan Indonesia.
“Mari bersama-sama merayakan HUT RI ke-80 tahun dengan semangat gotong royong dan cinta tanah air,” tandasnya.
Tim Redaksi
KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi merilis indikator strategis terkini terkait pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan II -2025, Selasa (5/8/2025).
Rilis indikator perkembangan ekonomi Sultra ini disampaikan oleh Plt Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan.
Andi Kurniawan menjelaskan kondisi ekonomi Sulawesi Tenggara Semester I-2024 terhadap Semester I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,78 persen.

Sementara ekonomi Sulawesi Tenggara Tri Wulan II-2025 terhadap Tri Wulan II-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,89 persen.
Ekonomi Sulawesi Tenggara Triwulan II-2025 terhadap Tri Wulan I-2025 tumbuh sebesar 3,17 persen.
Dari sisi produksi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sulawesi Tenggara sebesar 24,57 persen.
“Sisi pengeluaran komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sulawesi Tenggara sebesar 47,31 persen,” kata Andi Kurniawan.
Perekonomian Sulawesi Tenggara berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku Tri Wulan II-2025 mencapai Rp49,82 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp29,40 triliun.
Lan/Sultratv.com
Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi merilis statistik Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2025.
Sulawesi Tenggara tercatat mengalami inflasi m-to-m sebesar 1,01 persen. Empat daerah di Sultra inflasi m-to-m masing-masing Konawe 1,17 persen, Kolaka 0,54 persen, Kendari 1,11 persen dan Baubau 1,20 persen.
Sementara secara y-on-y Sultra mencatatkan inflasi sebesar 3,72 Persen dengan IHK 110,59.
Inflasi tertinggi di Kabupaten Konawe sebesar 5,48 Persen (IHK 112,72) dan terendah di Kota Kendari sebesar 2,82 persen (IHK 109,47).
PLT Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan menjelaskan inflasi terjadi akibat naiknya indeks kelompok pengeluaran terdiri dari makanan, minuman & tembakau (8,01 persen).
“Penyumbang inflasi lainnya perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,81 persen); perlengkapan & pemeliharaan rumah tangga (0,36 persen); kesehatan (2,81 persen); transportasi (1,17 persen); informasi, komunikasi & jasa keuangan (0,06 persen); rekreasi, olahraga & budaya (1,05 persen); pendidikan (1,62 persen); penyediaan makanan&minuman/restoran (2,31 persen); serta perawatan pribadi & jasa lainnya (6,94 persen),” jelasnya saat siaran pers di Kantor BPS Sultra, Jumat (1/08/2025).
Sementara itu, deflasi y-on-y terjadi pada kelompok pakaian & alas kaki sebesar 0,93 persen.
Tim Redaksi
Jakarta (23/7) – Seiring ekspansi kawasan industri di Indonesia, serangkaian insiden keselamatan kerja menyoroti adanya kelemahan sistemis yang kerap terabaikan. Menjawab tantangan ini, PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara), perusahaan solusi keamanan terintegrasi, memperkenalkan pergeseran paradigma dari sistem keamanan reaktif menjadi ekosistem proaktif yang dirancang untuk melindungi produktivitas dan nyawa.
Laporan kecelakaan industri, mulai dari ledakan hingga paparan limbah beracun, sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya peralatan, melainkan oleh ketidaksiapan sistem dalam mendeteksi dan merespons risiko sejak dini. Tragedi seperti operator yang tewas tersengat listrik pada Mei 2025 atau ledakan fatal di fasilitas pemurnian nikel menjadi bukti nyata bahwa pengawasan pasif tidak lagi memadai.
“Kami melihat adanya jeda antara potensi bahaya dan waktu respons yang kerap terlalu panjang. Di sinilah pentingnya membangun ekosistem keamanan yang tidak hanya melihat ke belakang, tapi membaca ke depan,” ujar Satria Djaya Najamuddin, Deputy CEO & Transformation PT Nawakara Perkasa Nusantara.
Untuk menjembatani jeda tersebut, Nawakara membangun sistem berbasis prinsip Plan – Prevent – Protect, di mana keamanan menyatu dengan proses bisnis. Inisiatif kuncinya mencakup Digital Monitoring System dengan CCTV berbasis AI untuk analisis prediktif, yang mampu mengenali anomali hingga potensi risiko seperti asap atau suhu ekstrem. Ini didukung oleh Environmental Sensor Integration yang menyebar sensor gas, tekanan, dan suhu di titik rawan untuk memberi peringatan dini. Dari sisi manusia, Nawakara menyiapkan Emergency Response Team (ERT) terlatih khusus dan Command Center 24/7 untuk pemantauan serta respons terkoordinasi. Seluruh fondasi ini diperkuat dengan Audit Keamanan dan Simulasi berkala berstandar SMK3, ISO 45001, dan ISO 22301 untuk memastikan kesiapan nyata di lapangan.
Mengadopsi sistem keamanan proaktif bukanlah sekadar pengeluaran, melainkan investasi pada keberlanjutan bisnis. Sebuah insiden dapat menghentikan operasi selama berminggu-minggu dan mengguncang kepercayaan investor. Perusahaan yang telah bertransformasi melaporkan penurunan frekuensi kecelakaan, peningkatan waktu respons, dan proses audit yang lebih lancar.
“Dalam banyak proyek yang kami tangani, pendekatan kami selalu dimulai dari audit risiko menyeluruh hingga pelatihan simulasi di lapangan. Kami tidak hanya memasang sistem, tapi memastikan setiap prosedur keamanan benar-benar dijalankan dan dievaluasi secara berkala,” jelas Satria Djaya.
Pada akhirnya, keamanan yang efektif adalah fondasi dari budaya industri yang sesungguhnya. Nawakara hadir untuk membantu perusahaan menyusun sistem yang bekerja selaras dengan operasional, dimulai dari pemetaan risiko hingga memastikan setiap personel siap bertindak saat dibutuhkan. Sudah saatnya kawasan industri mengambil langkah konkret, karena keamanan yang baik adalah kunci untuk menjaga bisnis tetap berjalan, setiap hari. (*)









