Berita Sulawesi Tenggara Page 4
Berita Sulawesi Tenggara – Menyajikan informasi terkini, peristiwa hingga hiburan dari Sultra, Kendari, Konawe, Kolaka, Buton, Baubau, Bombana hingga Muna
SULTRATV – Asuransi Takaful Umum hadir di Tengah Masyarakat sebagai Pelopor Asuransi Umum Syariah Pertama di Indonesia, yang didirikan pada tahun 1994 melalui PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) sebagai Induk Perusahaannya pada saat itu.
Kemudian, pada tanggal 2 Juni 1995, yang diresmikan oleh Menristek, Ketua BPPT Bapak BJ Habibie yang kala itu juga merupakan pendiri sekaligus Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (1CMI).
Dalam perjalanannya memberikan perlindungan asuransi untuk segenap Masyarakat Indonesia, pada Tahun 2018, Takaful Umum resmi diakuisisi dari Induk Perusahaan sebelumnya yaitu Syarikat Takaful Malaysia Berhard (STMB) menjadi milik Koperasi Simpan Pinjam Jasa (KOSPIN).
Takaful Umum mendasarkan nilai-nilai perusahaan pada Maslahah, ta’awun (kolaborasi), amanah, progresif, dan profesionalisme. Dengan prinsip-prinsip ini sebagai fondasi, Takaful Umum telah berdedikasi untuk memberikan solusi asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah, mengutamakan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Sehubungan dengan komitmen kami untuk memberikan solusi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, Perusahaan Asuransi Takaful Umum dengan bangga mengumumkan Program Akselerator Asuransi Pertanian Indonesia sebagai bagian integral dari mitigasi risiko yang handal.
Pertanian, khususnya dalam sektor kelapa sawit, adalah tulang punggung ekonomi Sulawesi Tenggara. Para petani kelapa sawit menghadapi beragam tantangan, termasuk cuaca ekstrem, serangan hama dan penyakit, serta fluktuasi pasar. Hingga saat ini, petani seringkali harus menanggung risiko ini sendirian, yang dapat mengganggu usaha mereka.
Program Akselerator Asuransi Pertanian Indonesia akan melibatkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan utama dalam ekosistem perkebunan kelapa sawit. Kami akan bekerja sama dengan lembaga pembiayaan untuk menyediakan asuransi terkait kredit kepada para petani kelapa sawit. Ini akan memungkinkan mereka untuk bekerja dengan lebih aman dan tenang, tanpa harus khawatir tentang risiko yang tak terduga.
“Kami percaya bahwa inisiatif ini akan memberikan kontribusi positif terhadap terwujudnya ekosistem usaha kelapa sawit yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan Simposium “Program Pembiayaan dan Asuransi dalam Mendukung Terwujudnya Ekosistem Usaha Kelapa Sawit Rakyat di Sulawesi Tenggara.”
“Perusahaan Asuransi Takaful Umum berkomitmen untuk terus berperan dalam mendukung pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan dan memainkan peran kunci dalam upaya mencapai ketahanan pangan dan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Kami berterima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Simposium ini dan kami menantikan masa depan yang cerah bagi industri kelapa sawit di Sulawesi Tenggara” ujar Ihrom Bayu Aji, Direktur Utama PT. Takaful Umum
— Press Release —
SULTRATV, MUNA – Dalam rangka memperingati Hari Tani, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan di kabupaten Muna.
Rangkaian kegiatan yang dimulai pada 21 – 24 September 2023 tersebut meliputi konsolidasi petani, bincang tani, hingga pelaksanaan jalan sehat.
Pelaksanaan tersebut berlangsung di beberapa tempat berbeda seperti konsolidasi petani dan bincang tani yang digelar di aula hotel Rosida, serta puncak acara kegiatan jalan sehat yang dilangsungkan di Sarana Olahraga (SOR) Kota Raha.
Ketua DPD HKTI Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata atas dukungan yang besar terhadap profesi pertanian dan sebagai bukti bahwa petani merupakan aset utama negara, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Dengan peringatan Hari Tani tersebut, DPD HKTI Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa sektor pertanian juga bagian yang tak bisa luput dari perhatian dan mereka juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertanian yang besar dan beragam sehingga perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat setempat secara keseluruhan.
“Dengan melibatkan banyak golongan dalam peringatan Hari Tani ini, maka dengan demikian kami secara bersama-sama menyatakan bahwa sektor pertanian memerlukan perhatian khusus dan pada rangkaian kegiatan ini kita semua berkumpul dan berembuk untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Bincang tani juga menjadi bagian penting, di mana ide-ide inovatif kita gagas untuk mengembangkan sektor pertanian agar lebih baik lagi dan mampu menghasilkan produk serta SDM yang berkualitas”, ujar Andi Sumangerukka.
Andi Sumangerukka menambahkan bahwa peringatan Hari Tani bukan hanya tentang memperingati hari-hari yang seperti pada umumnya, tetapi bagaimana agar mampu untuk bersama-sama melahirkan solusi atas permasalahan pertanian yang dihadapi oleh petani khususnya di Sulawesi Tenggara.
“Kami Bersama dewan pakar HKTI hadir di kabupaten Muna agar kita juga dapat membantu mendorong kemajuan sektor pertanian, olehnya Hari Tani kali ini kami peringati cukup meriah dan kami juga terus memotivasi para petani dan terus bersama sama agar lebih baik lagi dan menjadikan petani sebagai profesi yang menjanjikan”, tambah Andi Sumangerukka
Puncaknya, peringatan Hari Tani tersebut ditutup dengan acara jalan sehat, acara itu berhasil menarik partisipasi sekitar 10.000 orang yang hadir dan turut meramaikan, sebab selain dengan hadiah-hadiah menarik seperti motor, kulkas, sepeda, dan berbagai hadiah lainnya, kegiatan tersebutjuga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi asli Indonesia Timur, Ona Hetharua yang dihadirkan untuk tampil dan menghibur masyarakat yang berpartisipasi pada acara jalan sehat tersebut.
“Jalan sehat ini kami laksanakan tidak hanya sebagai momen rekreasi dan kebersamaan, tetapi juga sebagai ajang untuk memotivasi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan gaya hidup aktif.
Hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan menjadi daya tarik tambahan bagi peserta, mendorong partisipasi yang besar dalam acara tersebut”, Tutup Andi Sumangerukka.
— Press Release —
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki luas wilayah sekitar 38.067 km2, dengan wilayah administrasi 2 Kota, 10 Kabupaten. PDB sektor pertanian mencapai lebih dari 30 persen dari total PDB Provinsi Sultra.
Komoditas perkebunan menjadi unggulan sektor pertanian dengan komoditi Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Cengkeh, Kelapa, Jambu Mete, Lada dan Pala. Luas tutupan Perkebunan Kelapa Sawit di Sulawesi Tenggara mencapai 55.786 Ha, terdiri dari Perkebunan Rakyat 6.084 Ha (10,90%), PTPN 5.875 Ha (10,5%), Perkebunan Besar Swasta 43.827 Ha (78,56%). (Kepmentan No. 833 thn 2019 ).

Saat ini Pemerintah juga sedang gencar melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), peningkatan SDM, bantuan sarana prasarana sawit, termasuk sertifikasi ISPO bagi pekebun dengan sumber dana dari BPDPKS.
PSR ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas, penguatan kelembagaan Petani sawit, dalam tahapan selanjutnya diharapkan siap menuju sertifikasi ISPO. Pelaksanaan program PSR mendapat bantuan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), namun masih memerlukan sumber dana pendamping Perbankan sampai umur tanaman menghasilkan (3 tahun).
Sementara asuransi diperlukan sebagai proteksi, baik pekebun sendiri bila terjadi kecelakaan kerja, sakit, kematian, dan bagi tanaman sawit misalnya bila terjadi drop hasil panen akibat kekeringan, kebakaran kebun, harga jual TBS jatuh, dsb.

Simposium bertajuk “Program Pembiayaan dan Asuransi Dalam Mendukung Terwujudnya Ekosistem Usaha Kelapa Sawit Rakyat di Sulawesi Tenggara” telah sukses dilaksanakan dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pembiayaan dan asuransi bagi petani kelapa sawit di wilayah ini.
Kegiatan ini menjadi platform unik untuk mempertemukan para pemangku kepentingan kelapa sawit di Sulawesi Tenggara, dalam upaya membangun ekosistem usaha kelapa sawit yang sehat dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan Simposium berlangsung dua hari dari tanggal 21 – 22 September 2023. Kegiatan paparan dan diskusi selama satu hari penuh yakni Kamis, tanggal 21 September 2023, diikuti 246 peserta dari berbagai pemangku kepentingan kelapa sawit (SKPD Provinsi, Kabupaten, dan Kota Kendari, Koperasi/kelompok tani kelapa sawit, BUMDES, Akademisi, Perbankan, Asuransi, dan dari Pusat Riset Ekonomi dan Perilaku Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN).
Dua sesi paparan narasumber yang berkompeten, berasal Ditjen Perkebunan, BPDPKS, BRIN, Solidaridad Indonesia, Bank BRI, Koperasi GSI, Asuransi Umum Takaful dan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Kegiatan hari ke dua, Jumat tanggal 22 September 2023 adalah kunjungan lapangan ke kebun sawit pekebun dan calon lahan pembangunan PKS kerjasama antara GPPI, Koperasi GSI dan Asuransi Umum Takaful.
Kegiatan simposium dibiayai dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dengan tujuan menyediakan pedoman yang lengkap dan akurat terkait pembiayaan dan asuransi, yang akan menjadi panduan bagi pekebun sawit mandiri, pemerintah, asosiasi, industri perkebunan kelapa sawit, koperasi pekebun sawit, perbankan, lembaga keuangan dan asuransi untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembiayaan dan asuransi yg efektif.
Selain memberikan pemahaman yang mendalam, Simposium ini juga menitikberatkan pada aspek pembiayaan dan asuransi sebagai bagian integral dalam roadmap pertanian kelapa sawit rakyat.
Selain serangkaian acara tersebut di atas, dalam di sesi akhir simposium dilakukan penyerahan simbolis polis asuransi kepada petani demi melindungi petani dari risiko yang mungkin timbul, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara berbagai pihak terkait yaitu : Koperasi GSI, GPPI, BRIN, Bank BRI dan Asuransi Takaful Umum. MoU ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan diimplementasikan dalam waktu dekat.
Simposium ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ekosistem usaha kelapa sawit di Sulawesi Tenggara. Dengan pemahaman yang lebih baik, dalam hal sumber pembiayaan yang tersedia di BPDPKS, Perbankan/BRI, dan program perlindungan asuransi petani sawit yang sesuai, dan dukungan hasil riset BRIN diharapkan sektor perkelapasawitan ini dapat terus berkembang dan berkontribusi besar dalam mencapai kesejahteraan petani sawit dalam menunjang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Kendari khususnya dan Provinsi Sulawesi pada umumnya
PRESS RELEASE GPPI 22 SEPTEMBER 2023
KONAWE SEELATAN – Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat merupakan salah satu wilayah binaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo.
Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang besar, namun saat ini tingkat produktifitasnya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan cara pengelolaan pertanian yang diterapkan oleh masyarakat membuat kesuburan tanah terus menurun.
Di sisi lain, di desa ini terdapat berbagai jenis bahan organik lokal yang melimpah yang berpotensi diolah menjadi bahan pembenah tanah. Pembenah tanah yang akan dihasilkan berupa bahan alami, organik berbentuk padat atau cair yang mampu memperbaiki kembali kesuburan tanah.
Ketua Tim Pengabdian pada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Sindangkasih, Dr. Syamsu Alam, mengungkapkan dipilihnya Sindangkasih sebagai sasaran pengabdian kali ini, karena desa ini termasuk salah satu Mitra Fakultas Pertanian UHO.
” Sebagai Desa Binaan, kami sangat berharap masyarakat Sindangkasih mampu memproduksi bahan pembenah tanah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang melimpah seperti pupuk kandang ayam atau sapi “, ungkapnya.

Selaras dengan itu, Kepala Desa Sindangkasih, Ahmad Supena, S.IP mengaku terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN di desanya.
” Kami sangat terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN-Tematik disini, terutama dengan adanya program-program yang bersentuhan langsung dengan permasalahan warga kami. Tentunya atas dukungan Dosen Pembimbing Lapangan mereka, termasuk pada program pembuatan pupuk organik hari ini “, ujarnya.
Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan, Prof Dr. Halim mengungkapkan produksi bahan pembenah tanah berbasis sumberdaya lokal di Desa Sindangkasih ini sangat potensial untuk terus dikembangkan terlebih jika diperkaya dengan pupuk hayati seperti mikoriza.
Press Release : Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata – Tematik Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo
SULTRATV – Wakil Gubernur Sultra, Dr H Lukman Abunawas, SH.,M.Si.,MH hadir dalam peresmian sekaligus menandai beroperasinya Kantor PW MUI (Majelis Ulama Indonesia) Sultra di Kendari, Jum’at (10/3).
Sebelumnya, cikal bakal beroperasinya kantor PW MUI Sultra ini berawal sejak Sejak rapat pertemuan pd tgl 22 Februari lalu yang berlanjut hingga Maret bersama Pj. Walikota Kendari dan Forkopimda Kota bersama OPD trkait lingkup Pemkot Kendari. Hadir juga, Camat Kadia dan Lurah Kadia.
Rapat tersebut dipimpin Wagub Sultra, Dr H Lukman Abunawas yang didampingi jajaran Pemprov Sultra sepwrtu, Sekda, Ka BPKAD, Karo Hukum, Karo Pemerintahan, Asisten Datun mewakili Kajati/sekaligus sbgi Pengacara Negara, Ka BPN Kota, dan Ketua MUI KH Djakri Nappu dan Sekretaris MUI Dr Supriyanto.

Dikatakan Lukman Abunawas, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sultra itu, mengatakan, bahwa lokasi kantor MUI Sultra, menurut data2 konkrit, baik sertifikat, bukti2 pembayaran kpd masyarakar pemilik lahan serta sertifikat yg disimpan Kejati Sultra, telah menerangkan bahwa lokasi kantor MUI Sultra, sdh selesai dan lengkap dasar2 Legalitasnya.
“Jadi tindak lanjut Rapat pertama (hari ini, red), diilakukan penunjauan lapangan degan bukti-bukti yuridis, sehingga selaku pemerintah, saya sebagai Wagub Sultra dan pak Walikita Kendari brsama unsur-unsur terkait dari Pemprov dan Pemkot, juga Ketua MUI Sultra brsama warga masyarakat/tokoh2 yang brsengketa, sepakat bahwasannya kantor MUI Sultra dapat difungsikan atau ditempati untuk perkantoran dan pelayanan ummat Islam di Sultra, mulai hri ini dimanfaatkan kembali setelah kurang lebih 2 tahun tertahan,” jelas Lukman Abunawas.
Lukman Abunawas berharap, dengan beroperasinya kantor MUI Sultra itu, dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan silaturahmi umat muslim di Sultra.

“Patut kita syukuri bahwa niat dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat bisa memberikan hasil yang baik untuk kepentingan ummat di Sultra. Salahsatunya dengan beroperasinya kantor MUI Sultra ini. Semoga niat baik ini bisa menjadi barokah, aamiin,” tutup Lukman Abunawas.
—- MEDIA WAKIL GUBERNUR SULTRA —-









