# Pertanian
Kendari, Kegiatan yang digelar di Kota Kendari ini diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani Mekar, mahasiswa dan dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo dan Universitas Sembilan Belas November Kolaka.
Melalui kegiatan bertajuk “penguatan peran kelompok wanita tani mekar sebagai upaya peningkatan produktivitas ternak dan pendapatan keluarga,” peserta mendapatkan berbagai pelatihan langsung yang aplikatif dan bermanfaat bagi usaha tani dan peternakan keluarga.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan tata cara mengungkep ayam dengan benar sebagai bagian dari edukasi pengolahan pangan rumah tangga yang higienis dan bernilai jual tinggi.
Peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan pakan ternak berbasis limbah sagu yang merupakan inovasi ramah lingkungan untuk mengurangi biaya pakan sekaligus memanfaatkan limbah lokal secara produktif.
Firman Nasiu, S Pt, MSc PhD sebagai Ketua Tim Pengabdian menjelaskan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar berperan penting dalam meningkatkan produktivitas ternak dan pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan yang mendukung ketahanan pangan.
“KWT Mekar telah berhasil meningkatkan ketersediaan pangan dan gizi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan kerjasama dalam kelompok. Namun, kelompok ini juga menghadapi kendala seperti keterbatasan akses terhadap modal, pengetahuan, dan teknologi, serta dukungan kelembagaan yang belum optimal,” paparnya.

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Kendari, Santi wanti S.Pt., Msi, mengatakan kegiatan pemanfaatan pekarangan dan budidaya tanaman. KWT Mekar menerapkan unsur modal sosial dengan baik, termasuk kepercayaan, norma, jaringan sosial, dan hubungan timbal balik dalam melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan.
“Strategi penguatan modal sosial yang dapat dilakukan meliputi pengaturan dan peningkatan dukungan pihak eksternal, optimalisasi keahlian anggota, pelatihan atau edukasi studi banding manajerial kelompok, regenerasi pemuda, temu usaha, rotasi kerja, peningkatan kapasitas PPL, pengadaan lomba, serta penguatan relasi sosial,” tukasnya .

Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan dan edukasi tentang kesehatan hewan serta praktik penyuntikan vitamin pada kambing yang dipandu langsung oleh tim teknis dari Dinas Pertanian Kota Kendari.
Dosen USN Kolaka, Wa Laili SPt, Msi menjelaskan melalui kegiatan ini Kelompok Wanita Tani Mekar diharapkan mampu menjadi contoh dalam mengembangkan usaha peternakan keluarga yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak kelompok tani yang memperoleh manfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor peternakan,” jelasnya.
Tim Redaksi
KONAWE SEELATAN – Desa Sindangkasih Kecamatan Ranomeeto Barat merupakan salah satu wilayah binaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo.
Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang besar, namun saat ini tingkat produktifitasnya mengalami penurunan. Hal ini disebabkan cara pengelolaan pertanian yang diterapkan oleh masyarakat membuat kesuburan tanah terus menurun.
Di sisi lain, di desa ini terdapat berbagai jenis bahan organik lokal yang melimpah yang berpotensi diolah menjadi bahan pembenah tanah. Pembenah tanah yang akan dihasilkan berupa bahan alami, organik berbentuk padat atau cair yang mampu memperbaiki kembali kesuburan tanah.
Ketua Tim Pengabdian pada Masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Sindangkasih, Dr. Syamsu Alam, mengungkapkan dipilihnya Sindangkasih sebagai sasaran pengabdian kali ini, karena desa ini termasuk salah satu Mitra Fakultas Pertanian UHO.
” Sebagai Desa Binaan, kami sangat berharap masyarakat Sindangkasih mampu memproduksi bahan pembenah tanah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang melimpah seperti pupuk kandang ayam atau sapi “, ungkapnya.

Selaras dengan itu, Kepala Desa Sindangkasih, Ahmad Supena, S.IP mengaku terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN di desanya.
” Kami sangat terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN-Tematik disini, terutama dengan adanya program-program yang bersentuhan langsung dengan permasalahan warga kami. Tentunya atas dukungan Dosen Pembimbing Lapangan mereka, termasuk pada program pembuatan pupuk organik hari ini “, ujarnya.
Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan, Prof Dr. Halim mengungkapkan produksi bahan pembenah tanah berbasis sumberdaya lokal di Desa Sindangkasih ini sangat potensial untuk terus dikembangkan terlebih jika diperkaya dengan pupuk hayati seperti mikoriza.
Press Release : Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata – Tematik Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo



