Page Indeks Page 9
Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki luas wilayah sekitar 38.067 km2, dengan wilayah administrasi 2 Kota, 10 Kabupaten. PDB sektor pertanian mencapai lebih dari 30 persen dari total PDB Provinsi Sultra.
Komoditas perkebunan menjadi unggulan sektor pertanian dengan komoditi Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Cengkeh, Kelapa, Jambu Mete, Lada dan Pala. Luas tutupan Perkebunan Kelapa Sawit di Sulawesi Tenggara mencapai 55.786 Ha, terdiri dari Perkebunan Rakyat 6.084 Ha (10,90%), PTPN 5.875 Ha (10,5%), Perkebunan Besar Swasta 43.827 Ha (78,56%). (Kepmentan No. 833 thn 2019 ).

Saat ini Pemerintah juga sedang gencar melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), peningkatan SDM, bantuan sarana prasarana sawit, termasuk sertifikasi ISPO bagi pekebun dengan sumber dana dari BPDPKS.
PSR ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas, penguatan kelembagaan Petani sawit, dalam tahapan selanjutnya diharapkan siap menuju sertifikasi ISPO. Pelaksanaan program PSR mendapat bantuan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), namun masih memerlukan sumber dana pendamping Perbankan sampai umur tanaman menghasilkan (3 tahun).
Sementara asuransi diperlukan sebagai proteksi, baik pekebun sendiri bila terjadi kecelakaan kerja, sakit, kematian, dan bagi tanaman sawit misalnya bila terjadi drop hasil panen akibat kekeringan, kebakaran kebun, harga jual TBS jatuh, dsb.

Simposium bertajuk “Program Pembiayaan dan Asuransi Dalam Mendukung Terwujudnya Ekosistem Usaha Kelapa Sawit Rakyat di Sulawesi Tenggara” telah sukses dilaksanakan dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya pembiayaan dan asuransi bagi petani kelapa sawit di wilayah ini.
Kegiatan ini menjadi platform unik untuk mempertemukan para pemangku kepentingan kelapa sawit di Sulawesi Tenggara, dalam upaya membangun ekosistem usaha kelapa sawit yang sehat dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan Simposium berlangsung dua hari dari tanggal 21 – 22 September 2023. Kegiatan paparan dan diskusi selama satu hari penuh yakni Kamis, tanggal 21 September 2023, diikuti 246 peserta dari berbagai pemangku kepentingan kelapa sawit (SKPD Provinsi, Kabupaten, dan Kota Kendari, Koperasi/kelompok tani kelapa sawit, BUMDES, Akademisi, Perbankan, Asuransi, dan dari Pusat Riset Ekonomi dan Perilaku Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN).
Dua sesi paparan narasumber yang berkompeten, berasal Ditjen Perkebunan, BPDPKS, BRIN, Solidaridad Indonesia, Bank BRI, Koperasi GSI, Asuransi Umum Takaful dan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra. Kegiatan hari ke dua, Jumat tanggal 22 September 2023 adalah kunjungan lapangan ke kebun sawit pekebun dan calon lahan pembangunan PKS kerjasama antara GPPI, Koperasi GSI dan Asuransi Umum Takaful.
Kegiatan simposium dibiayai dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), dengan tujuan menyediakan pedoman yang lengkap dan akurat terkait pembiayaan dan asuransi, yang akan menjadi panduan bagi pekebun sawit mandiri, pemerintah, asosiasi, industri perkebunan kelapa sawit, koperasi pekebun sawit, perbankan, lembaga keuangan dan asuransi untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembiayaan dan asuransi yg efektif.
Selain memberikan pemahaman yang mendalam, Simposium ini juga menitikberatkan pada aspek pembiayaan dan asuransi sebagai bagian integral dalam roadmap pertanian kelapa sawit rakyat.
Selain serangkaian acara tersebut di atas, dalam di sesi akhir simposium dilakukan penyerahan simbolis polis asuransi kepada petani demi melindungi petani dari risiko yang mungkin timbul, serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara berbagai pihak terkait yaitu : Koperasi GSI, GPPI, BRIN, Bank BRI dan Asuransi Takaful Umum. MoU ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan diimplementasikan dalam waktu dekat.
Simposium ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat ekosistem usaha kelapa sawit di Sulawesi Tenggara. Dengan pemahaman yang lebih baik, dalam hal sumber pembiayaan yang tersedia di BPDPKS, Perbankan/BRI, dan program perlindungan asuransi petani sawit yang sesuai, dan dukungan hasil riset BRIN diharapkan sektor perkelapasawitan ini dapat terus berkembang dan berkontribusi besar dalam mencapai kesejahteraan petani sawit dalam menunjang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Kendari khususnya dan Provinsi Sulawesi pada umumnya
PRESS RELEASE GPPI 22 SEPTEMBER 2023
JAKARTA–Presiden Joko Widodo dipastikan membuka resmi Kongres XXV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Senin, 25 September 2023 di Bandung, Jabar.
“Alhamdulillah, pihak Istana sudah mengabarkan kepastian kehadiran Pak Presiden Rabu (20/9) siang,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari, Rabu sore di Sekretariat PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih.
Penyelenggaraan Kongres XXV PWI tahun 2023 sudah digelorakan sejak Minggu (24/9) malam, melalui acara jamuan makan malam (welcome dinner) di Gedung Pakuan, kediaman resmi Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.

Sebuah seminar diadakan pada Senin pagi di eL Hotel, tempat berlangsungnya Kongres. Seminar menghadirkan Wamen Kominfo Nezar Patria, Taufan Eko Nugroho Rotosariko, dan Agus Sudibyo.
Setelah itu, pembukaan resmi Kongres oleh Presiden Jokowi.
Panitia Kongres XXV PWI tahun 2023 jauh hari menyebutkan jika acara pembukaan Kongres Pemilihan PWI Pusat ini disesuaikan dengan kesediaan waktu dari Presiden Jokowi.
“Ini sangat membanggakan kita. Presiden Jokowi selalu mencoba meluangkan waktu untuk membahagiakan insan pers. Presiden membuka Kongres XXIV PWI di Solo, September 2018, dan terakhir hadir membuka acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2023 pada 9 Februari lalu di Medan, Sumatera Utara,” papar Atal S.Depari.
Didampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi dan Ketua Panitia Pelaksana Kongres XXV PWI Marthen Selamet Susanto, Atal S Depari menjelaskan jika persiapan pergelaran pesta demokrasi insan pers nasional ini sudah 90 persen.
“Terima kasih kepada teman-teman panitia di Jakarta dan Bandung yang terus bersinergi untuk mempersiapkan pelaksanaan kongres dengan baik,” ujar Atal S.Depari, yang terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2018-2023 pada Kongres XXIV PWI tahun 2018 di Solo, Jateng.
Diperkirakan jika sekitar 500 insan pers dari seluruh Indonesia akan menyemarakkan Kongres Pemilihan Ketua Umum PWI Pusat masa bakti 2023-2028 ini.
Peserta resmi kongres sendiri sebanyak 105 orang, terdiri dari 3 pengurus dari 35 PWI Provinsi. Juga perwakilan dari 4 PWI Provinsi baru, yakni PWI Papua Tengah, PWI Papua Pegunungan, PWI Papua Selatan dan PWI Papua Barat Daya.
Setiap PWI Provinsi juga diperbolehkan mengirim maksimal 5 peninjau, serta pengurus lainnya sebagai penggembira.
Undangan juga disampaikan kepada pimpinan Dewan Pers, perwakilan konstituen anggota Dewan Pers, serta para pimpinan media.
***
BAUBAU – Gema nama Prabowo Subianto kian menggaung saentero Sulawesi Tenggara (Sultra). Bakal Calon Presiden (Bacapres) usungan Partai Gerindra itu, kian akrab dengan semua kalangan masyarakat. Tak terkecuali ibu-ibu. Melalui kegiatan Zumba Massal yang digelar DPD Gerindra Sultra di Stadion Batoambari, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Minggu (10/9), puluhan ribu ibu-ibu menggaungkan nama Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia. “Prabowo Presiden, Gerindra menang,” seru ribuan ibu-ibu saat Zumba Massal di BauBau.
Mereka juga kompak mengenakan kostum warna merah putih, hitam, yang bertuliskan Prabowo for Presiden RI dan Andi Ady Aksar for DPR RI. Kekompakan dan akselerasi dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai Presiden RI begitu kokoh. Ketua DPD Gerindra Sultra Andi Ady Aksar mengaku terharu menyaksikan peserta Zumba Massal Kota BauBau yang dihadiri ribuan peserta dengan begitu semangat menyuarakan Prabowo Presiden RI. Hal ini tak lepas dari kesadaran politik mereka menyongsong Pemilihan Presiden 2024, bahwa Prabowo Subianto adalah figur yang sangat layak menakhodai Indonesia.

“Kekompakan dan keharmonisan atas dukungan terhadap Prabowo Subianto menjadi Presiden RI ke depan akan senantiasa dijaga dan ditumbuhkan. Tak kalah pentingnya, mudah-mudahan dukungan ini membawa berkah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Andi Ady Aksar didampingi Ketua Dewan Penasehat PIRA Sultra, Dessy Indah Rachmat dan Sekretaris DPD Gerindra Sultra Safarullah.
Zumba massal bertabur hadiah itu, kata dia, juga bagian dari merawat hubungan dan kedekatan dengan masyarakat. Dengan muara utama membesarkan nama Prabowo Subianto sebagai figur yang didukung Gerindra maju di Pemilihan Presiden 2024.
“Alhamndulillah saat ini sudah empat partai politik yang merapat mendukung Prabowo di Pilpres 2024. Kami di Sultra telah jauhjauh hari bekerja untuk membesarkan dan menggaungkan nama Prabowo Subianto dan akan terus konsisten pantang mundur sampai kampiun di Pilpres,” tutur Andi Ady Aksar.

Gerindra Optimis Prabowo Unggul di Sultra
Pada Pilpres 2019 lalu, Prabowo Subtanto meraih kemenangan besar di Sultra dengan perolehan 60,25 persen. Basis suara tersebut menjadi modal kuat untuk kembali memenangkan Prabowo di Pemilu mendatang. DI satu sisi, yang sedang dilakukan Gerindra Sultra saat Ini bagaimana para pemilih Prabowo Juga menjadi pemilih Partai Gerindra.
“Misi kami selain memenangkan Prabowo sebaga Presiden, Juga menjadikan Partai Gerindra. Sultra sebagai pemenang, Dengan kekuatan komponen struktur yang kuat, dan simpatisan militan yang kami miliki, kami optimis misi besar tersebut bisa tercapal,” beber Ketua DPD Gerindra Sulira Andi Ady Aksar.
Katanya, Gerindra adalah partai yang selalu ada untuk rakyat. Artinya ada saat rakyat susah dan lebih-lebih di saat senang. “Gerindra hadir untuk rakyat. Bagaimana memperjuangkan kepentingan rakyat dengan optimal tanpa membeda-bedakan antara satu dengan. lainnya,” tandasnya.
Sementara Itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Baubau, Nasiru men- gatakan, kegiatan ini kali kedua. digelar. Pertama di Kota Kendari, dan sekarang di Kota Baubau, nanti menyusul di Buton Selatan, dengan tema yang sama yaitu zumba mas.

“Kegiatan Ini sebagai simbol silahturahmi antara Gerindra dengan masyarakat, agar masyarakat lebih mengenal Gerindra. Selain itu, untuk memperkenalkan Prabowo sebagai capres,” kata Nasirun. Dia berharap masyarakat Sultra khususnya Kota Baubau lebih mengenal Prabowo sebagai presiden selanjutnya. Dan Gerindra bisa melekat di hati masyarakat.
Anggota DPRD Bau-bau itu menambahkan kegiatan ini menjadi media untuk menarik simpatisan kaum milental dan emak-emak. agar lebih mengenal Prabowo dan Gerindra. Sehingga Gerindra bisa kembali unggul di Sultra seperti pemilu sebelumnya.
“Harapannya Gerindra bisa kembali unggul di Sultra, tentunya kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk memperkenalkan Prabowo. dan Partai Gerindra. Apalagi yang hadir didominasi Ibu-ibu dan kaum muda,” ungkapnya.
Diketahui, sebagai bukti konsistensi Gerindra mendukung perkembangan UMKM, pada kegiatan ini Juga memberikan nilai ekonomi bagi para pelaku UMKM yang ada di Kota Baubau. Ada 25 stand UMKM dan semua menjadi sasaran para peserta. zumba. Para peserta mendapatkan makanan gratis yang ditukar dengan kupon yang diberikan oleh pantita.
KENDARI – Karateka asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Bripda Refan berhasil meraih medali pada kejuaraan internasional Thailand Open Karate Championship 2023 yang digelar Jumat sampai Minggu, 8-10 September 2023 di Sport Institution Rangsit University, Pathum Thani, Thailand.
Pada Kejuaraan itu, Bripda Refan bersama empat karateka lainnya berhasil meraih medali perak pada Kumite beregu senior putra. Pada partai final, Tim Polisi Presisi Indonesia berhadapan dengan tuan rumah Thailand. Sebelumnya, Tim Kumite beregu putra Indonesia berhasil menyingkirkan Filipina, Camboja dan Afrika Selatan.
“Di partai final kita bertemu dengan tuan rumah dan kami berhasil meraih medali perak,” ungkap Bripda Refan yang juga Ba Pleton 2 Kompi 1 Resimen 1 Pasukan Pelopor melalui telepon selulernya, Selasa (12/9).

Karateka asal Kushin Ryu Indonesia (KKI) Sultra Kabupaten Bombana ini mengatakan, dirinya bersama 12 karateka anggota Polri bertarung di event bergengsi internasional yang diikuti oleh 18 Negara dari benua Eropa, Afrika maupun Asia.
Karateka Polisi ini dipilih mengikuti event ini melalui penjaringan saat Babak Kualifikasi PON 2023 di Banjarbaru maupun hasil dari pembinaan Tim Karate Bhayangkara Presisi di Dojo Renzo Depok di bawah binaan Penasehat Ahli Kapolri, Prof. Hermawan “Kikiek” Sulistyo.
Tim Karate Bhayangkara Presisi dalam Kejuaraan Thailand Open Karate Championship 2023 dipimpin oleh Chef De Mession, BJP Eko Rudi Sudarto didampingi Manager Team Sensei Prof. Kikiek. Pelatih dikomandoi oleh Mursalim Bado’o yang juga Kepala Pelatih Tim Karate Sulawesi Selatan pada Babak Kualifikasi PON Banjarbaru 2023 dibantu Sensei Danny Franky Nelson, I Putu Deddy Mahardika dan pelatih debutan muda Brigadir Tebing Hutapea yang juga mantan peraih Perunggu pada SEA Games 2023 Cambodia.
Indonesia Police Team disupport langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sebagai seorang pendekar Beladiri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendukung semangat beladiri anak-anak yang akan berlaga di Thailand Open Karate Championship.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan bahwa tenaga honorer batal dihapus pada 28 November 2023
Hal itu sengaja dilakukan untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pemerintah akan menyiapkan opsi terkait dengan pembatalan tenaga honorer yang semula dijadwalkan pada November.
”Kita sudah siapkan opsi bahwa November ini akan ada kebijakan yang diambil pemerintah bersama DPR,” jelas Anas.
Opsi tersebut akan tertera dalam RUU ASN. Batalnya penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023 tersebut, lanjut Anas, juga telah diperkuat dengan surat edaran (SE).
Yakni, SE yang meminta pejabat pembina kepegawaian (PPK), baik di instansi pusat maupun daerah, tetap mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan bagi tenaga non-ASN.
”Kalau tidak ada SE itu, anggarannya tidak ada. Mereka tidak gajian nanti,” jelasnya, kemarin
Jika tidak ada kebijakan tersebut, menurut dia, akan ada PHK massal sebanyak 2,4 juta pegawai. ”Itu setara dengan 30 persen pengangguran nasional,” imbuhnya.
Meski begitu, dia menekankan, tidak boleh ada perekrutan tenaga honorer baru. Hal tersebut juga akan diperketat dalam peraturan pemerintah (PP). Termasuk dalam hal pengisian PNS.
”Selama ini, pengisian PNS kan diatur detail sehingga kadang bisa dua tahun baru pengadaan PNS. Karena kosong, pemda atau K/L mengisinya dengan honorer. Ke depan, pengisian ASN tidak harus dua tahun sekali, tapi setiap saat,” terangnya.
Anas menambahkan, pihaknya belum mengetahui pasti kapan tenaga honorer mulai resmi dihapus. Namun, pembahasan RUU ASN ditargetkan rampung selambat-lambatnya pada Oktober 2023. ”Kita akan evaluasi secara lebih komprehensif di RUU ASN,” tandasnya.









